Mengambil tempat di Stadion Camp Nou, Barcelona dan Inter akan saling bersua pada Kamis (25/10/2018) dini hari pukul 02:00 WIB. Pertemuan keduanya dalam laga ini akan menjadi kunci penentu siapa yang paling kuat di Grup B Liga Champions, apalagi keduanya sama-sama sudah mengantongi enam poin sejauh ini.
Namun, dalam enam laga terakhir, Inter memiliki catatan yang lebih apik dibandingkan Barcelona. Total, La Beneamata sukses menorehkan enam kemenangan di semua ajang. Teraktual, mereka berhasil mengalahkan AC Milan dalam laga Derby della Madonnina, Senin (22/10) dini hari WIB.
Di sisi lain, Barcelona sedang berada dalam performa yang inkonsisten dalam enam laga terakhir. Total, mereka hanya mampu mencatatkan dua kali kemenangan, tiga kali hasil imbang, dan sekali kalah. Terakhir, mereka mampu menaklukkan Sevilla dengan skor 4-2 di Camp Nou. Namun, kemenangan ini harus dibayar dengan harga mahal. Apakah itu?
Lionel Messi Absen, Inter Siap dengan Skuat yang Ada
Berita buruk harus diterima Barcelona jelang laga lawan Inter Milan ini. Salah satu pemain andalan mereka, Lionel Messi, harus menyusul Thomas Vermaelen dan Samuel Umtiti menepi. Messi menderita cedera lengan ketika berhadapan dengan Sevilla, membuatnya harus absen selama tiga minggu.
Absennya Messi ini juga membuat Barcelona diprediksi akan menurunkan susunan pemain yang berbeda di lini depan dalam laga melawan Inter nanti. Trio Luis Suarez-Philippe Coutinho-Ousmane Dembele tampaknya akan kembali mengisi lini depan Barcelona, dengan Arthur Melo, Sergio Busquets, dan Ivan Rakitic menjadi metronom di lini tengah.
Inter Milan sendiri juga tidak akan diperkuat oleh empat pemain dalam laga ini. Mereka adalah Radja Nainggolan, Dalbert, Roberto Gagliardini, serta Joao Mario. Kondisi Marcelo Brozovic dan Ivan Perisic seusai derbi memang sedikit meragukan, namun mereka masih punya peluang untuk turun.
Secara skuat, Inter tidak banyak perubahan seperti ketika mereka bertarung di derbi kemarin. Mungkin hanya ada nama Lautaro Martinez serta Borja Valero yang masuk skuat jika Perisic dan Brozovic tidak bisa turun.
Lionel Messi, tidak diragukan lagi, masih menjadi sosok penting di lini depan Barcelona. Peran yang dia emban musim ini tidak berbeda jauh dengan musim lalu. Dengan peran free role yang diberikan kepadanya, Messi bebas mengacak-ngacak pertahanan lawan dengan kemampuannya.
Terkadang, Messi acap menjemput bola dan mengalirkannya kepada rekan setim. Namun, terkadang dia juga bisa berada di sayap, menerobos ke area kotak penalti dengan dribelnya, sebelum akhirnya menyelesaikan peluang yang dia dapat. Bebasnya peran Messi ini juga ditopang oleh sinerginya yang apik dengan Suarez dan Coutinho.
Sinergi antara peran Messi, dan juga para pemain di sekitarnya di lini depan inilah yang membuat serangan Barcelona berbahaya. Lalu, apa yang kira-kira akan dilakukan Barcelona saat Messi, bagian dari kepingan serangan Barcelona itu, tidak hadir?
Dalam laga melawan Sevilla, Barcelona sebenarnya sudah mencoba skema tanpa Messi ini selama 70 menit. Secara skema, Ernesto Valverde melakukan sedikit perubahan di tubuh Barcelona. Ketika Messi masih main, Barcelona bermain lebih agresif dengan tekanan konstan ke lini pertahanan Sevilla.
Saat Messi keluar, ada perubahan yang dilakukan Valverde. Barcelona mulai bermain lebih ke dalam. Mereka juga mulai bertahan secara unit dan lebih mengandalkan serangan balik sebagai upaya untuk menyerang. Coutinho dan Suarez bergantian menjadi distributor, sejalan dengan tidak adanya Messi di atas lapangan.
Di laga melawan Sevilla, sekam dadakan ini berhasil. Namun, ketika melawan Inter Milan, akankah itu berhasil?
***
Pada laga melawan AC Milan, Inter Milan menunjukkan kelemahan yang mereka miliki. Inter sulit menghadapi pertahanan AC Milan yang rapi. Mereka lebih banyak mengakhiri serangan dengan umpan silang, dan model serangan ini dengan mudah dipatahkan oleh para pemain bertahan Milan. sebelum blunder Alessio Romagnoli membuat Inter menang.
Jika Barcelona menerapkan sistem permainan yang sama ketika menghadapi Sevilla, bisa jadi mereka akan menyulitkan Inter Milan. Kalaupun serangan banyak berakhir menjadi umpan silang, ada Gerard Pique yang siap menghalau bola-bola atas tersebut. Soal serangan balik, ada Suarez dan Coutinho yang bisa memberikan ancaman. Ada juga Dembele yang punya dribel apik.
Intinya, meski tanpa Messi, Barcelona bisa melakukan sesuatu dan punya senjata yang juga tak kalah menakutkan: kesatuan mereka sebagai unit. Toh, bukankah itu yang menjadi salah satu kekuatan Barcelona-nya Valverde selama ini?
====
Artikel Asli

0 Comments